Pascasarjana UIN Sumatera Utara Perkuat Arah Akademik dan Pengembangan Kurikulum

Medan, 10 September 2026 — Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan menggelar Pertemuan Dosen Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang dirangkaikan dengan Workshop Penyusunan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Pascasarjana, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi akademik sekaligus memantapkan arah pengembangan Pascasarjana UIN Sumatera Utara yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan yang diikuti pimpinan dan dosen Pascasarjana UIN Sumatera Utara tersebut menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi kesiapan penyelenggaraan akademik Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Selain membahas kesiapan perkuliahan, forum juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan program studi serta memperkuat arah pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran.

Direktur Tekankan Penguatan Mutu Akademik

Direktur Pascasarjana UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi, komitmen, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Pascasarjana.

Penguatan akademik, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kelancaran proses perkuliahan, tetapi juga mencakup kesiapan dosen, pengembangan kurikulum, kualitas pembelajaran, serta kemampuan setiap program studi dalam menerjemahkan visi dan misi ke dalam penyelenggaraan pendidikan yang konkret dan berorientasi pada capaian lulusan.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama untuk memastikan seluruh program studi memiliki kesiapan yang baik dalam memasuki Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Enam Program Studi Paparkan Perkembangan Akademik

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan pimpinan program studi mengenai perkembangan dan kesiapan akademik masing-masing program studi. Pascasarjana UIN Sumatera Utara saat ini menaungi enam program studi, yaitu Magister Ilmu Syari’ah, Magister Studi Islam, Magister Teknologi Pendidikan, Doktor Hukum Islam, Doktor Studi Islam, dan Doktor Pendidikan Agama Islam.

Dalam pemaparannya, masing-masing pimpinan program studi menyampaikan perkembangan terkait jumlah mahasiswa, penerimaan mahasiswa baru, jumlah kelas, jadwal perkuliahan, kesiapan proses pembelajaran, serta berbagai kebutuhan dan dinamika akademik yang dihadapi oleh program studi. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi masing-masing program studi sekaligus menjadi bahan evaluasi dan koordinasi bersama.

Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Salamuddin, M.A., turut memberikan penguatan terhadap berbagai perkembangan yang disampaikan agar pelaksanaan kegiatan akademik pada semester ganjil dapat berjalan secara terarah, efektif, dan terkoordinasi.

Guru Besar Dorong Pascasarjana Menjadi Penggerak Keilmuan

Forum akademik semakin dinamis dengan adanya ruang diskusi dan masukan dari para guru besar serta dosen senior. Prof. Dr. H. Haidar Putra Daulay, M.A., memberikan refleksi sekaligus dorongan agar semangat akademik, produktivitas intelektual, dan tradisi keilmuan terus dikembangkan di lingkungan Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Sementara itu, Prof. Dr. Syahrin Harahap, M.A., mengajak peserta untuk melihat kembali sejarah berdirinya Pascasarjana sekaligus menyampaikan harapan agar Pascasarjana UIN Sumatera Utara terus memainkan peran sebagai “imam” dalam pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan UIN Sumatera Utara.

Pandangan tersebut menegaskan pentingnya posisi Pascasarjana sebagai penggerak pengembangan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan dan lulusan, tetapi juga pada penguatan tradisi akademik, penelitian, serta kontribusi keilmuan bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pendekatan transdisipliner dinilai perlu terus dipertahankan dan diperkuat. Pascasarjana diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai disiplin ilmu yang mampu melahirkan perspektif dan pendekatan baru dalam membaca serta menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks.

CPL dan RPS Menjadi Fondasi Penguatan Kurikulum

Penguatan kualitas pembelajaran juga menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut. Prof. Dr. Irwansyah, M.Ag., menekankan pentingnya pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar proses perkuliahan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh kedalaman ilmu dan kompetensi sesuai dengan bidang keilmuannya.

Sementara itu, Dr. Retno Sayekti, M.LIS., menekankan pentingnya penetapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai fondasi dalam pengembangan kurikulum. CPL menjadi dasar dalam merancang mata kuliah, materi pembelajaran, metode pembelajaran, hingga RPS yang secara sistematis diarahkan pada pencapaian kompetensi lulusan.

Dengan demikian, kurikulum tidak semata-mata diposisikan sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai peta jalan akademik yang menghubungkan visi dan misi program studi dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Workshop Visi, Misi, dan Kurikulum Perkuat Arah Program Studi

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Workshop Penyusunan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Workshop ini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program studi memiliki arah pengembangan yang jelas, relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tantangan pendidikan tinggi di masa depan.

Dalam penyusunan tersebut, visi dan misi diarahkan tidak hanya sebagai pernyataan kelembagaan, tetapi juga diterjemahkan secara konkret ke dalam profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur kurikulum, mata kuliah, RPS, dan proses pembelajaran. Keterkaitan antarkomponen tersebut menjadi penting agar seluruh proses akademik memiliki arah yang jelas, terukur, dan berorientasi pada pencapaian mutu lulusan.

Magister Ilmu Syari’ah Perkuat Orientasi Keilmuan Transdisipliner

Bagi Program Studi Magister Ilmu Syari’ah, penguatan arah akademik dan kurikulum tersebut memiliki arti penting dalam membangun pendidikan hukum Islam yang tetap kokoh berlandaskan tradisi keilmuan Islam, sekaligus mampu merespons perkembangan hukum dan berbagai persoalan sosial kontemporer.

Pendekatan transdisipliner menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan kajian hukum Islam dengan berbagai disiplin ilmu dalam membaca persoalan masyarakat secara lebih komprehensif. Pendekatan ini membuka ruang bagi pengembangan kajian hukum Islam yang tidak hanya bertumpu pada khazanah normatif, tetapi juga mampu berdialog dengan perkembangan sosial, hukum, ekonomi, kebijakan publik, dan berbagai persoalan kontemporer.

Melalui penguatan tersebut, Magister Ilmu Syari’ah diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan terhadap khazanah hukum Islam, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan akademik untuk membaca perkembangan zaman serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan hukum dan sosial yang terus berkembang.

Meneguhkan Pascasarjana sebagai Pusat Pengembangan Ilmu

Pertemuan dosen dan workshop tersebut pada akhirnya bukan sekadar agenda rutin awal semester, tetapi menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan perumusan arah pengembangan Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Mulai dari arahan pimpinan, pemaparan perkembangan program studi, pandangan para guru besar, hingga pembahasan CPL, kurikulum, dan RPS, seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan komitmen bersama untuk membangun Pascasarjana yang kuat secara akademik, unggul dalam pengembangan ilmu, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keilmuannya.

Melalui penguatan visi, misi, CPL, kurikulum, dan RPS yang terintegrasi, Pascasarjana UIN Sumatera Utara diharapkan semakin kokoh sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu mempertemukan berbagai disiplin keilmuan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan UIN Sumatera Utara dan masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *